Archive for February, 2008
Laut Kita-pun Kena Timbun???!!!
Tempat yang biasa buat kaum nelayan untuk mencari ikan itupun sekarang sudah tidak ada lagi. Kini tempat itu sudah berubah menjadi hamparan timbunan tanah bauksit. Entah untuk apa tempat itu ditimbun, entah siapa pula yang berani menimbun aliran air ke laut itu, entah siap pula yang berani mengijinkan penimbunan itu. Tidak siapapun yang tahu, tiba-tiba saja tempat itu telah berubah fungsi. Padahal tempat itu adalah sarana untuk mencari nafkah masyarakat pesisir yang ada di pinggiran Kota Tanjungpinang. Sudahlah sembako melambung, biaya sekolah juga mahal, belum lagi beli buku, seragam sekolah, sekarang merekapun harus kehilangan tempat mencari nafkah yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Nasib…nasib… Awang kini dah kehilangan mata pencahariannya sebagai nelayan. Sampan yang biasa menemaninya setiap pagi melaut, sekarang tak bias melintasi aliran air laut di belakang rumahnya. Tanah timbunan telahpun menutup aliran air laut. Tak ada ikan, gong-gong, dan siput, yang ada sekarang hanya tingginya batu penyangga tanah diatas aliran air laut.
“ Ape nak jadi same kite nech… ‘dahlah sembako mahal, anak butuh sekolah, sekarang aku pun tak bise melaut lagi. Mereka pikir kite nech batu kah… kayu kah… mentang-mentang mereka orang kaye bise berbuat sekehendak hati ye…” Celoteh Awang dalam hati. Sekarang tak tahu mau kerja apa lagi? Modal tak ada, keterampilan pun pas-pasan. Inilah nasib orang kecil pinggiran. Selalu jadi sasaran empuk para orang kaya dan penguasa.
“ Woiii… Aku tau sape yang nimbun laut kite…” Suara itu tiba-tiba terdengan dari kejauhan. “ Aku tahu… aku tau sape orang nye …” . Dia pengusaha besar di kota ini, memang dah jadi pekerjaannya nimbun laut, sungai, selalu buat masalah…” . Dulu die juge yang nimbun anak sungai Carang… selalu menggunakan kekuatan orang lain untuk memuluskan pekerjaannya “. Tapi biarlah, semua perbuatannya pasti ada balasannya. Kita serahkan saja masalah ini kepada pihak terkait.
Kami hanya berharap pemerintah dapat bertindak tegas terhadap setiap orang yang melanggar aturan hukum. Tetap berpegangan kepada PERDA, bukankah sudah ada peraturan daerah yang melarang penimbunan daerah laut, sungai, rawa. Pemerintah juga harus berani menghentikan penimbunan tersebut serta mencabut ijin usaha yang telah diberikan kepada pelaku, sebagai bentuk sanksi administrasi disamping sanksi pidana yang tetap harus diproses sampai ke meja hijau sebagai pembelajaran bagi masyarakat.
Tahniah Buat Walikota-ku

Selamat & Sukses
Atas Pelantikan & Pengambilan Sumpah
Dra. Hj. SURYATATI A. MANAN
Sebagai
Walikota Tanjungpinang Periode 2008 – 2013
Dan
Drs. H. EDWARD MUSHALLI
Sebagai
Wakil Walikota Tanjungpinang Periode 2008 – 2013
Oleh :
Drs. ISMETH ABDULLAH
Gubernur Propinsi Kepulauan Riau
Dalam Sidang Paripurna Istimewa
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tanjungpinang
Pada Tanggal 16 Januari 2008
Semoga dapat menjalankan amanah
menuju masyarakat Kota Tanjungpinang yang bermarwah,
jujur dalam bertutur dan bijak dalam bertindak.
Tanjungpinang, 16 Januari 2008
ttd
Caesar@yahoo.co.id
SELAMAT ULANG TAHUN
Kota ini sudah tua, bahkan tak ada lagi penduduk daerah ini yang yang dapat mencapai umur setua kota Tanjungpinang. Namun, ibarat pepatah orang tua-tua kita dahulu “Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi”. Itulah kondisi kota ini, meskipun semakin tua tetapi tetap ingin berdandan layaknya seorang ABG yang baru mau tumbuh.
Bukan tanpa alasan, Tanjungpinang berbenah karena kini ia menjadi sebuah icon masyarakat Kepulauan Riau, menjadi sebuah Ibukota Propinsi Kepulauan Riau, sebuah propinsi yang baru beberapa tahun belakangan ini menjadi Propinsi Otonom buah hasil pemekaran dan pemisahan dari Propinsi Riau dahulu.
Bagaimana ABG ini nak berbenah diri? Itu tanggungjawab kita semua sebagai masyarakat yang peduli terhadap perkembangan dan kemajuan kota ini. Mari kita bersama bergandeng tangan membangun kota yang kita cintai ini.
Tak Melayu Hilang di Bumi …
Selamat Ulang Tahun Kotaku, semoga dengan bertambahnya usiamu dapat lebih mensejahterakan masyarakat Kota Tanjungpinang.
AWANG & TAHUN BARU 2008
Salam Takzim….
Assalamu’alaikum….
Selamat pagi Pakcik, Makcik, Tuan, Puan, Saudara, Saudari, Abang, Kakak, Adek…
2007 baru pun berlalu, 2008 dah pun kite masuki. Masih juge kita terkenang beberape peristiwa sepanjang tahun 2007 yang silam di negeri Gurindam yang memiliki motto “Jujur Bertutur, Bijak Bertindak”.
Sinar matahari pagi masih juga terlihat samar ketika Awang tersadar dari tidurnya. Kokok si Jantan pun masih sayup-sayup terdengar dari kejauhan rumahnya. Ini tanggal 1 Januari 2008 way… memang tak macam biasanya Awang bangun sepagi begini. Ade yang tak kena tak nech???.
Sambil meneguk secawan kopi panas yang disuguhkan isteri tersayangnya, Awang yang baru saja tersadar dari tidur lelapnya itu tersengeh-sengeh sendiri diatas kursi teras depan rumahnya. Tak tahulah apa yang yang membuat dia jadi macam itu pagi ini. Sampai-sampai isteri dan anaknya pun terheran-heran melihat tingkah suami dan ayahnya, karena tak macam biasanya dia bersikap macam tuh.
“Eeee… senang hati nampak, kene angin senggugut tak awak nech pagi buta macam nech dah bangun…”, suara itulah yang mengejutkan Awang dari lamunannya pagi ini. “Ngape… tak boleh kah aku senang? Awak pun satu, baru tengok laki nak senang pun dah nak naik pitam”, jawab Awang kepada isterinya Tijah. ”Bukan naek pitam, tapi memang tak macam biasanya abang macam ini, baru bangun tidur dah tersengeh-sengeh”, jawab isterinya ketus.
Itulah sepenggal kisah si Awang diawal tahun 2008 ini. Mungkinkah dengan senyuman Awang dipagi awal tahun ini akan menjadi pertanda yang baik juga bagi Awang untuk memulai lembar baru, menghapus duka di tahun 2007. Akankah ada secercah harapan dan asa yang akan dijalani Awang dengan bahagia dan penuh suka cita di Tahun 2008 ini. Di Kota yang terkenal dengan syair Gurindam 12-nya Raja Ali Haji. Negeri yang telah banyak mengajarkan Awang asam dan garam selama 40 tahun usianya. Semoga…
Ikuti kisah si Awang disepanjang tahun 2008 ini.